23. Author

1732 Kata

Arsen menatap Armia yang balik menatapnya, lalu mengangkat tangan Armia dan menatap cincin yang masih melekat di jari manis gadis itu, "Lo nggak marah sama gue?" tanyanya. "Marahlah." "Tapi kenapa lo masih berusaha sedekat ini?" "Ya soalnya kalau nunggu kamu datang buat minta maaf, itu lama banget. Lagian kemaren aku juga cuma terkejut aja." "Kenapa?" "Ya aku takut kalo kamu udah biasa nyium cewek makanya berani begitu sama aku." Arsen tersenyum menatap wajah cemberut Armia, lalu mengangkat tinggi tangan gadis itu dan mengecupnya. Armia membulatkan matanya, lalu mengerjap dua kali karena terkejut dan juga gugup. "Tuh kan, kamu kayak udah biasa ngelakuin itu sama cewek." ujar Armia lagi. Arsen terkekeh, lalu menekan pipi gadis itu, "Makasih Armia karena lo masih seterang-terangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN