Gila. Ini sangat gila. Aku sama sekali tidak bisa menghubungi Sara dengan apapun. Aku khawatir tentu saja. Pikiranku terbagi dua. Antara Sara dan perang ini. Ya aku tengah mengambil posisi dimana aku akan menembak dan membunuh orang- orang itu. Amartha! Sialan! Ini benar- benar lebih buruk dari yang pertama mereka lakukan saat Rico menolak untuk bergabung dengan mereka. Oh ayolah. Rico tidak sebodoh itu mau bergabung dengan Amartha. Sekolah saingan kami sendiri. 'Dor!' "s**t!" Gumamku saat peluru itu hampir mengenai kepalaku. Aku yang tengah terduduk di belakang tembok yang ukurannya tidak tinggi membuatku harus mendongkak agar bisa melihat siapa tadi yang menembakku. Aku membalasnya. Dua kali peluru itu melesat dari pistolku. Dua- duanya tepat sasaran. Dan orang itu lumpuh

