Lauren merasa kalau pagi hari itu seperti mimpi buruk. Dia akan selalu merasa pusing dan mual. Dan sekarang dia sudah kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Lauren merasa ada langkah seseorang di belakangnya dan dengan perlahan memegangi rambut Lauren yang terurai. Setelah merasa lebih baik, suaminya itu pun mengambil handuk dan membersihkan bibir Lauren. “Apa kamu ingin makan sesuatu?” tanya Fabian. “Entahlah, aku gak bernapsu untuk memakan apa pun,” jawab Lauren. Fabian memegang tangan Lauren dan membantunya berjalan keluar kamar. Dia juga membantunya duduk di sofa dekat jendela. Fabian membuka pintu jendela dan membiarkan udara segar masuk ke dalam. Dia memang sudah tidak mengacuhkan Lauren seperti kemarin, tapi Lauren masih merasakan sika

