Lauren sudah terlihat lebih baik dan bayi dalam kandungannya pun terlihat sudah semakin kuat. Kekhawatiran Fabian pun semakin berkurang. Dia selalu mengusahakan semua kebutuhan Lauren tercukupi. Apa pun yang Lauren inginkan akan langsung Fabian berikan, kecuali keluar dari rumah. “Aku bosan di dalam rumah, Fabian,” ucap Lauren dengan wajah memelas. “Kamu masih harus beristirahat, sayang. Nanti jika kondisi pun sudah lebih baik, baru kita akan pergi keluar,” balas Fabian, yang disambut dengan raut cemberut dari bibir Lauren. Dengan cepat dia langsung mencium dan memagutnya. Bibir yang sangat dia rindukan selama beberapa hari ini. Lauren memeluk leher Fabian dan membalas ciumannya yang begitu dalam. Tapi terasa sangat menahan diri. Seakan dia tidak ingin lepas kontr

