Sam menggeram pelan, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Karena kejadian tadi, Sam menjadi sangat kalap dan menggedor pintu kamar Melanie dengan keras. Sampai beberapa pengawal harus menariknya dan menjauhkannya dari Melanie. Dan kini kakaknya masuk ke dalam kamarnya dan menatapnya dengan tajam. Dia tidak takut pada Fabian, tapi dia sangat menghormatinya sejak kecil. Karena itu yang mommy ajarkan. Hanya saja dia tidak bisa menerima perempuan yang suka menangis itu menjadi adiknya. “Apa yang kamu inginkan dari Melanie sebenarnya?” tanya Fabian.” Kamu tidak mengizinkan dia pergi dengan bayinya, tapi kamu terus mengancam dan membuatnya merasa tidak tenang,” lanjutnya. “Bagiku dia hanya perempuan murahan yang mengandalkan air matanya. Hanya untuk meminta

