74. Mama Untuk Starla

1246 Kata

"Starla." Indira berada di balkon kamarnya. Wanita itu merapatkan kardigan yang dia kenakan. Matanya menatap pada langit yang gelap tanpa bintang. "Langitnya juga terasa hampa, seperti hatiku," gumamnya. Indira menghela napasnya panjang. Hatinya saat ini benar-benar terasa hampa setelah dia merasa sangat bahagia atas pernyataan cinta Dhafi, yang bagai sebuah oase di padang pasir. "Ternyata, oase di padang pasir itu, cuma fatamorgana." Meski Indira sudah mendapatkan wejangan dari kakak iparnya. Tetapi, melakukan apa yang Raihanah sarankan padanya, cukup membuat dia merasa berat di hatinya. Starla, gadis kecil berusia 4 tahun yang diakui Dhafi sebagai putri dari suaminya itu. Hal itu membuat Indira merasakan kilas balik pada beberapa bulan lalu, saat jati dirinya sebagai Putri kand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN