68. Malu-malu

1302 Kata

"Sakit?" Dhafi menatap khawatir pada istrinya. "Apa sakit banget?" Dengan malu-malu, Indira menggeleng pelan. Akhirnya, dia telah melewati malam pertamanya dengan Dhafi, suaminya. Malam yang begitu indah menurutnya. Dhafi memperlakukannya dengan begitu lembut meski mereka malam pertama hanya beralasan bed cover di atas karpet. Dhafi tersenyum, lalu membelai bahu istrinya dan menarik Indira lebih erat ke arahnya. Dia kecup kening wanita itu. "Aku tidak akan melupakan malam ini," ucapnya. "Apa, ini juga pertama bagi Mas Dhafi?" tanya Indira. Dhafi terdiam, lalu dia menghela napasnya panjang. "Hmm." Hanya itu jawabannya. Dhafi kembali mengecup puncak kepala istrinya. Dia merasa beruntung karena rupanya, dia yang pertama bagi Indira. Padahal sebelumnya dia sempat mengira Indira dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN