Karenina benar-benar tidak menyangka jika kekacauan dalam hidupnya akan semakin bertambah parah. Belum sembuh luka hati yang ia terima karena ulah Alfa, kini muncul sosok Radit yang makin mengacaukan keadaan. “Ren, ayo duduk dulu!” ajak Nirma sembari menuntun putrinya yang tampak kebingungan. Karenina baru saja senang, karena diterima kerja oleh pemilik toko baju bayi yang waktu itu Siska rekomendasikan. Dan rencananya ia akan mulai bekerja minggu depan, setelah mengurus semua hal yang ia tinggal di One Mart. Ia pikir, selepas dari semua ini, ia bisa merasakan kebebasan. Karenina tidak ingin memikirkan apapun, dan memilih untuk menikmati hidup. Namun, sepertinya Tuhan belum mengizinkannya untuk tenang barang untuk sejenak. “Ini karen? Tambah cantik aja.” Karenina tidak bisa ter

