“Tumben masak?” celetuk Nirma, saat melihat sang putri sudah sibuk di dapur semenjak pagi. Karenina yang sedang menggoreng ayam pun menoleh ke arah mamanya. Ada senyum tipis yang ia tunjukkan, sudah mengantisipasi pertanyaan semacam itu sejak ia memutuskan hal ini. “Ini pesenan, kok, Ma.” Hanya itu alasan yang terpikirkan oleh Karenina. Namun, tentu saja mamanya tidak lantas percaya. Apalagi selama ini memang putri semata wayangnya ini jarang sekali masuk ke area dapur. “Masakan Mama itu lebih enak, nanti kalau gantian aku yang masak malah jadi kacau rasanya.” Alasan yang seringkali Karenina ucapkan setiap kali mamanya menyuruh masuk ke dapur. Padahal itu hanya alasan. Meski jarang memasak, bahkan masuk ke dapur, tapi bukan berarti Karenina tidak bisa memasak. Yah, walaupun han

