Allegra menatap pria di depannya heran. Tak biasanya pria itu hanya diam saat bersama dirinya. Apalagi setelah hampir dua minggu lamanya mereka tidak saling bertemu, karena kesibukan masing-masing. "Wajah kamu pucat. Kamu sakit, Kee?" tanya Allegra perhatian. Dia menyentuh kening Keenan dengan punggung tangannya. "Aku nggak papa," jawab Keenan sembari menyingkirkan tangan Allegra dengan lembut. "Udah kayak perempuan aja kamu jawabnya." Allegra terkikik geli, lalu memandang wajah itu lamat-lamat. "Kamu nggak ada kerjaan apa sampai rela nyamperin aku ke sini?" "Aku kangen kamu," sahut pria itu. Wajahnya masih sama, tidak ada senyum atau tatapan menggoda seperti biasanya. "Beneran?" Allegra bertanya dengan nada tak percaya. "Kalau kangen kenapa nggak pernah menghubungi aku?" "Kita sam

