Senyum Aura tentu saja berkembang, ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya bahkan ia hampir tidak bisa menahan air matanya jika tidak teringat dengan make up di wajahnya. Aura meminta asisten baru kak Shyn yang berkerja di dalam meletakkan puding di atas meja, lalu mempersilakan siapapun untuk mencicipinya. Aura tidak mau menyimpan kebahagiaanya sendiri, ia ingin membagikannya jika ia bisa lagi pula keberhasilan Aura baru akan di umumkan saat rapat besok. "Oke sekarang rambut ya," ucap salah seorang, Aura mengangguk saja wajahnya baru saja selesai di rias. Sambil sesekali menatap ponselnya, Aura menatap ke arah cermin melihat sejauh mana progress persiapannya. Di sampingnya kak Shyn terlihat sedang sibuk dengan tablet yang ada di tangannya. Aura paham jika kak Shyn saat ini pasti sangat s

