Saiqa merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia memejamkan mata dan mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal karena baru saja sampai setelah berhasil keluar dari tempat menakutkan yang telah menghancurkan hidupnya itu. Saiqa memijat pelipisnya, kepalanya terasa pusing memikirkan bagaimana hari-harinya akan lalui sekarang, pria yang merenggut kegadisannya yang juga secara tidak sengaja karena pengaruh obat dalam minumannya sangat menggangu pikiran dan hati Saiqa. Tadi saja dirinya bersusah payah untuk bisa pulang ke rumah. Lagi dan lagi, penyesalan, kesedihan dan kekhawatiran hinggap di hati Saiqa , memikirkan bagaimana jika berita tentang kejadian yang menimpanya akan tersebar di kampus dan di rumah sakit. Apalagi kalau sampai kedua orangtuanya tahu. Apa yang akan ia katakan, bagaim

