Saiqa yang menunggu Rayyan pun malah ikut tertidur, ini adalah hari kedua Saiqa menunggu pasien pribadinya itu. Dan ketika dokter muda itu bangun, hal mengejutkan pun terjadi padanya. "Tunggu kenapa aku merasa sedang berbaring di tempat tidur, bukankah tadi aku baru saja datang dan berdiri di samping tuan Rayyan untuk memeriksanya. Tapi kok." Batin Saiqa yang ketika membuak mata malah melihat langit-langit ruangan di atasnya. Deg! Seketika Saiqa tersentak setelah menyadari sesuatu, ragu-ragu ia menoleh ke sisi kanan dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Rayyan berbaring di sampingnya. "Tuan!" ucap Saiqa, buru-buru dia ingin bangun dan menjauh, namun Rayyan pun bergerak cepat untuk menahannya. "Kenapa aku sampai bisa seperti ini sih, ya ampun memalukkan." Batin Siaqa merutuki diri

