BUKU ke-2 dari series Cinta Trilogi Bisa Terjadi Nina memandang pemandangan sekolah asrama dari jendela; tempat itu telah menjadi rumahnya sejak ia berumur 13 tahun. Sebenarnya, tempat itu lebih mirip biara daripada sekolah. Meski sunyi dan rutinitasnya membosankan, ia menyukai tempat terpencil dan tersembunyi itu. Ia tidak merindukan kebisingan kota besar, campuran asap dan berbagai parfum yang sejak kecil membuat hidungnya muak; kedamaian menariknya, begitu pula alam. Tapi ia tak bisa menyangkal kerinduannya pada obrolan di gerbang sekolah, tawa para gadis saat bermain, dan sedikit pertemanan yang pernah ia punya. Ia berada di sana untuk menghindari perhatian laki-laki; bahkan di usia 13 tahun, ia mulai menyadari tatapan laki-laki yang tertuju padanya, dan bibi angkatnya juga melihatny

