Setiap kali matahari terbit, rasa takut semakin menguasai Ella. Hari yang ia takuti sejak usia lima belas tahun semakin dekat: hari ketika ia akan menikah dengan sang bengis. Javier, yang dikenal tak pernah menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun, memiliki tatapan sekeras baja. Kesan pertama yang Ella dapatkan ketika melihatnya adalah bahwa mata itu—hitam seperti malam—mampu mengoyak dan menyeret siapa pun ke dalam kegelapan tanpa dasar. Sejak saat itu, Ella sering terbangun di tengah malam dengan terkejut, dan terkadang teriakannya setelah mimpi buruk mengerikan membangunkan teman sekamarnya. Nina, satu-satunya teman yang berhasil ia miliki, belajar untuk meninggalkan tempat tidurnya dan tidur bersama Ella di saat-saat panik tersebut. Namun Ella tahu bahwa tak lama lagi tak ada yang b

