Darren berlari mengejar Fany yang sedang berjalan di koridor dengan lesu. "Pagi, Fany." Sapa Darren ketika sudah berdiri di samping Fany. Fany menoleh dan tersenyum kecil. "Kok lemes banget? Lagi sakit?" Tanya Darren sambil menaruh punggung tangannya di kening Fany. Darren mengerenyit saat tangannya dijauhkan dari kening Fany. "Oh, gue tau. Lo lagi berantem ya sama cowok Lo? Hah, emang dasar dia itu gak pernah ngertiin Lo. Ngapain coba masih dipertahanin? End aja udah." "Kamu gak boleh ngomong gitu!" Darren berhenti berjalan lalu berdiri di depan Fany. "Kok kayaknya Lo belain dia terus ya? Udah ada rasa ya? Tulus dari hati atau di paksa nih sama si es batu?" Fany membuang wajah, perkataan Darren mengenai menjelek-jelekkan Reagan membuat hati Fany sakit, bisa dibilang ia tidak ter

