Mata Fany terus tertuju pada pintu food court dan saat melihat Reagan masuk kedua tangan Fany melambai agar Reagan dapat menemukannya dengan mudah. Fany memberikan senyum lebarnya ketika Reagan sudah mendekat dan duduk di depannya. "Gimana?" Reagan mengerutkan dahi. "Kamu sama ayah kamu, kemaren kamu tidur di rumah ayah kamu kan?" "Tau dari mana?" "Ayah kamu," Reagan mengangguk kecil. "Apa kamu nyaman tidur di rumah ayah kamu?" "Lumayan," "Aku tau kamu belum bisa nerima ayah kamu, tapi kamu harus." "Aku tau, Fany." "Panggil dia ayah," Reagan diam. "Bayangin kamu di posisi ayah kamu. Anak kandung kamu sendiri manggil kamu Anda, gimana perasaan kamu?" Reagan masih diam. "Setiap orang punya kesalahan dan dari kesalahan itu dia coba belajar untuk gak ngilangin kesalahan yang sa

