32

1310 Kata

Fany membuka perlahan matanya dan ketika matanya sudah terbuka yang pertama kali ia lihat adalah Ardhan dan Rara yang sedang duduk di sofa. Indra penciuman Fany pun dipenuhi dengan bau obat-obatan khas rumah sakit. Ardhan dan Rara belum menyadari Fany yang sudah sadar sejak beberapa saat yang lalu gadis cantik itu pingsan. Ardhan dan Rara sedang mengobrol. "Kamu denger kata dokter? Fany gak boleh banyak pikiran, gak boleh stres. Fany kayak gini gara-gara kamu!"  "Aku izinin pun Fany balik sama Reagan tapi apa Reagan nya mau? Kamu denger apa kata Reagan tadi pagi? Dia mau jauhi Fany." Ucap Ardhan tidak mau kalah. Fany memiringkan tubuhnya menghadap ke arah jendela ruang inapnya, dengan mata yang terbuka Fany mendengarkan berbagai ocehan kedua orang dewasa itu yang terus membahas soal pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN