27

901 Kata

Reagan menghela napas untuk yang entah ke berapa kalinya. Benda pipih yang ada di tangannya pun kembali Reagan dekatkan ke telinganya. "Nomor yang anda tuju..." Reagan pun menjauhkan ponselnya meletakkan ponsel tersebut ke tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya untuk menghilangkan penat, bukan penat tubuh tapi penat pikiran dan hati. Tak lama setelah meletakkan ponselnya Reagan mengambil nya kembali mencari kontak seseorang. "Paan?" "Fany marah sama gue." "Lah, bisa marah juga si Fany ternyata." Terdengar suara tawa dari sebrang sana. "Jadi gue harus gimana?" "Kenapa nanya sama gue? Cowoknya tuh elu ya seharusnya lo pikirin lah gimana caranya biar Fany gak marah sama lo. Btw marahnya gara-gara apa?" "Menurut Lo gue harus gimana?" "Tadi gue nanya apa Lo bales nya apa." "Vid,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN