"Kira-kira prestasi Fany bisa bertahan gak?" Fany mengurungkan niatnya untuk memasukkan roti kedalam mulut ketika Ardhan bertanya kepadanya. "Di sekolah lama Fany selalu dapet satu umum, kalo di sekolah baru gimana? Kira-kira bisa gak?" tanya Ardhan. Fany menaruh roti nya ke piring. "Fany gak janji bisa atau enggak, hari ini udah ujian kenaikan kelas, Fany juga baru beberapa bulan sekolah di sana." "Prestasi gak kenal batas, selama ada niat pasti bisa diraih." Fany menatap Ardhan lalu menatap roti nya, bukan karena Fany lapar tapi karena ia merasa sedikit tidak nyaman dengan pembicaraan Ardhan. Ardhan menyandarkan tubuhnya seraya memegang garpu dan pisau menatap lurus ke arah Fany. "Papa harap Fany bisa dapet satu umum di sekolah baru Fany." "Kalo gak bisa gimana? Kamu kan tau Fa

