Berbagai medan terjal Damian lewati dengan amarah memuncak dalam dirinya. Kekecewaannya atas kepemimpinan yang ternyata tidak sejalan akan sumpah setia mereka saat mengemban tugas negara. Damian merasa dicurangi, tak mampu mendeskripsikan perasaannya saat ini, saking marahnya dia dengan pemerintahan perbatasan. Bagaimana bisa mereka menyelewengkan jabatan, menggunakan amanat negara mereka hanya untuk mencapai satu titik puncak di mana para penguasa mampu berbuat sesuka hati? Rasanya Damian takkan mungkin sampai hati melihat ketidakbenaran ini selama dirinya menjalankan tugasnya. Damian hanya akan melawan para penentang kebenaran dengan caranya sendiri bagaimanapun juga. Damian tak akan tinggal diam menyaksikan kebobrokan structural pada tapal batas yang seharusnya menjadi pilar keamanan

