“Hati-hati!” ucap Nayna ketika Machiko merebahkan tubuh Meechella di kursi belakang, dengan kepalanya berada di pangkuan Nayna. Ibu satu anak itu merasa panik dan juga khawatir. Mungkin hanya dia saja yang tidak tahu alasan mengapa Meechella sampai jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Kondisi putrinya sebelumnya terlihat baik-baik saja, bahkan Meechella sempat ikut berolahraga ringan bersamanya di lantai tiga rumah mereka. Suara jeritan Machiko memanggil nama Meechella masih terasa berdengung di telinga Nayna. Kini mata coklat gelap miliknya mulai menitikkan air matanya melihat wajah pucat anak tunggalnya saat ini. Tanpa menunggu siapapun lagi, Machiko memasuki kursi kemudi dan melajukan mobil yang dia kendarai menuju rumah sakit terdekat dari kediamannya. Beberapa kali lelaki itu terlih

