Bagaimana indahnya Marsha tidak bisa Kalandra jabarkan dengan kata-kata. Yang jelas, siapa yang menyangka jurnalis yang dipenuhi trauma dan juga kecerobohan itu kini sangat ia sayangi, tidak mau membuatnya terluka bahkan Kalandra yang tengah dilanda kenikmatan itu masih memikirkan Marsha… apa dia pegal? Apa lelah bergerak seperti itu di atas? Tentu saja Kalandra sangat puas dengan pelayanan Marsha. kapan lagi melihat sisi liar istrinya disaat sebelumnya harus selalu Kalandra yang membujuk, memainkan tubuhnya supaya akhirnya jatuh dalam kubangan Hasrat yang tidak pernah padam. Tapi melihat bagaimana tubuh itu naik turun, dengan saling bertaut dan suara Marsha yang parau, Kalandra agak khawatir terlebih karena kandungannya. Setelah mengetahui kehamilan itu, Kalandra seringkali menahan diri

