Jalan yang Sempit

1365 Kata

Kalandra membuka mata, sudah pagi. Ia berdiam kaku menatap langit-langit berwarna lembut, mengenali kamar itu sebagai kamar Marsha, aroma sabun ringan, tirai tipis yang membiarkan cahaya masuk pelan, dan sprei bermotif kecil yang terasa asing di kulitnya. Ingatannya kembali runtut mulai dari tawa yang terlalu dekat, buku yang diangkat tinggi, tubuh yang terjatuh, lalu satu pukulan telak yang memadamkan segalanya. Ia menebak tanpa perlu bukti yang memukulnya pasti ayah Marsha. Seorang ayah yang mendapati pria asing di kamar putrinya, tengah malam, dengan posisi yang mustahil dijelaskan. Sekarang, dengan dirinya dibiarkan tidur di kamar itu sampai pagi, Kalandra membaca situasi dengan cepat, rasa bersalah telah menggantikan amarah, dan rumah ini memilih tenang alih-alih menuntut. Ia bangki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN