Teman Tidur

2015 Kata

Ketika suara napas mulai tenang, isakan pun hilang. Kalandra memberi jeda waktu dulu, tetap mengusap punggung Marsha. Bahkan punggungnya bersandar di bangku, sama-sama merasa lega, baik Marsha dengan kepulangan Kalandra atau Kalandra yang telah menyelesaikan misi yang berbahaya ini. Beruntung Kalandra dari keluarga Tentara juga, ia mendengar semua percakapan terkait operasi dari kecil dari Ayah dan juga Kakeknya. Bagaimana mereka menangani kegagalan, mencari Solusi dan juga ilmu-ilmu yang baru para orangtua itu dapatkan setelah operasi selesai, pengalaman. Dan Kalandra mengingatnya, menjadikannya bekal untuk selalu pulang. “Pak, semua laporan sudah diterima. Bapak sudah diizinkan pulang,” ucap Gabriel yang mendekat dengan ragu, sebab apa yang ia lihat sungguhlah mengejutkan. “Mobil bapak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN