Bunga yang Hilang

1864 Kata

Di hari itu juga, walau malam telah menenggelamkan matahari, tidak menghentikan Marsha untuk pergi ke tempat dimana Yessy dan teman-teman redaksinya berada. Dalam perjalanan, Marsha mungkin diam, mulutnya tertutup rapat, tapi air matanya terus menetes mengalir membayangkan bagaimana ketakutannya Septi saat terjadi tragedy tersebut. Namun, otaknya menolak sebuah pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Damar. Tidak, tidak mungkin. “Sayang… hei, tenang… tarik napas dalam,” ucap Kalandra kembali meraih Marsha lebih dekat dengannya, didekap dengan erat. Bahkan Kalandra meminta sopir langsung datang untuk menyetir dari rumah yang tengah direnovasi, supaya dirinya bisa mendekap sang istri seperti sekarang. Meyakinkan kalau Kalandra ada disisi Marsha, bahwa istrinya tidak sendirian. “Napas k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN