Abisatya membawa gadis itu masuk ke dalam hotel. Tangannya tak pernah lepas merangkul gadis itu seolah itu adalah hartanya yang paling berharga. Hal itu menuai penasaran bagi semua orang, terlebih para wanita yang berada di sana. Kondisi di dalam hotel tidak banyak yang mengalami kerusakan kecuali beberapa perabot dan lampu gantung yang pecah dan jatuh berserakan di lantai. Dia tampak berbicara dengan beberapa orang dan menunjuk beberapa interior hotel. Sayda terdiam memperhatikan Abi yang mulai mengkondisikan anak buahnya. Dia kemudian mendekati Sayda. " Elevatornya sudah bisa dipakai Sayda, ayo kita ke kamar kamu butuh istirahat." Sayda menuruti apa yang diperintahkan Abisatya. Dia pasrah atas semua perlakuan yang diberikan lelaki itu. Abi membuka kamar president room yang supermegah i

