Sayda termenung menyaksikan semua orang yang terlihat sangat sibuk di sekelilingnya. Ibunya Martini terus mendampinginya terlihat sibuk memilih beberapa pakaian yang akan dipakai saat akad nikah dan tasyakuran setelahnya, sementara Handoko dan Argon telah keluar untuk membantu persiapan acara. Perias make up artist dan beberapa asistennya tampak berseliweran di sekitarnya. Pruistin dan Florina masih tampak terengah begitu sampai di kamar Sayda. " Ya Tuhan Dida, benar kamu akan menikah malam ini? Rasanya aku tak percaya..." Ucap Pru dengan mata masih terbeliak. Sayda tak mampu menjawabnya karena perias tampak sedang memasang maskara. "Ah Pru akhirnya kamu datang. Bisa bantu saya memilihkan pakaina untuk akan dan acara makan malam nantinya?" Pru menoleh ke arah Martini. " Ibu? Kapan data

