Duda?

1871 Kata

"Aneh?" tanya Bima menatap Airin. Airin meletakkan piring yang ada di tangannya. "Lo kayak bukan Bima yang biasanya," ujar Airin. "Apa maksud lo yang aneh, karena gue yang tiba-tiba menghampiri, lo?" tanya Bima. Airin mengangguk. "Gue udah duga kok. Pasti lo merasakan semua ini," sambung Bima sembari tersenyum. "Tapi, lo harus tahu Rin. Gak ada maksud apapun. Gue juga gak tahu, kenapa tiba-tiba gue bisa duduk di depan teras rumah lo." Bima menghentikan ucapannya sebentar. "Apa mungkin, karena gue dengar pembicaraan lo sama Naura tadi di kampus, ya. Gue jadi ngerasa dapat karmanya. Karena mengabaikan perasaan lo." Airin diam, ia kaget karena Bima mengetahui pembicaraan mereka. "Lo, nguping?" tanya Airin masih dengan keterkejutannya. "Gak sengaja," jawab Bima sembari tersenyum.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN