Pov Ardi 2

721 Kata

Selama empat bulan pacaran, terhitung aku sudah tiga kali membawanya ke rumah, memperkenalkan pada orang tua dan kakakku di kampung, aku sangat bangga saat itu ketika membonceng cewek cantik itu berkeliling kampungku. Sempat juga waktu itu dia meminta putus, karena aku menuduhnya yang tidak tidak , katanya waktu itu. Aku memang marah padanya, karena banyak temanku yang mengatakan bahwa cewekku ini, perempuan nggak bener, kerja di tempat spa plus plus, padahal kan Nana berkata dia kerja di salon kecantikan Dia pun sangat marah saat itu, karena merasa sangat terdzholimi dengan tuduhanku katanya,dia pun langsung mengajakku putus saat itu. Aku yang saat itu lagi cinta buta dengannya, tak terima di putus, aku merengek seperti anak kecil yang kehilangan permen, menangis agar dia mau menerimaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN