Ibu masih saja diam, mungkin masih shock dengan kejadian tadi, atau mungkin sungkan kepadaku. Setelah shalat magrib, aku duduk disamping Ibu yang sejak tadi duduk termenung di teras. Dari teras aku bisa melihat kalau ada pembeli yang datang. "Buk, kok diam saja sih, sudah maem belum?" Kataku sambil senyum senyum kepada Ibu, dan hanya di jawab dengan gelengan. Tiba tiba Ibu mulai menangis terisak. "Ibu malu Na, malu karena perbuatan Ibu sendiri, malu karena diusia yang tak muda lagi ini, bukannya memperbanyak ibadah, malah melakukan banyak maksiat dan mencoreng muka anak anak Ibu," "Sudahlah Bu, dengan adanya kejadian ini,Nana harap ibu bisa lebih dekat dengan Allah. Apa Ibu lupa bagaimana dulu kehidupan Nana, bergonta ganti pasangan, jual diri, rokok, alkohol, selingkuh,punya anak berk
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


