Hari Pernikahan

589 Kata
Tak terasa sudah dua minggu Nana kejar setoran dan hari ini adalah hari terakhirnya bekerja, nanti siang dia akan pulang kampung, karena Besok acara pernikahannya akan dilaksanakan. Hari ini dia hanya akan kerja setengah hari, hanya untuk pamit pada bos dan teman temannya.  Dia sudah legowo meninggalkan pekerjaannya, karena sudah lumayan banyak tabungannya, karena selama dua minggu ini dia sering dapat job BO. Semenjak tahu bahwa dia hamil lagi, dia pun berjanji dalam hati, kalau nanti ada yang menikahinya, dia akan berhernti dari pekerjaan ini, dan ingin memulai hidup baru yang lebih baik. Semoga Ardi bisa membinmbingnya jadi lebih baik lagi, pikirnya. Pukul satu siang Nana pun mengendarai motor maticnya menuju semarang dengan santai. Hari sangat terik sekali, tapi kalo berangkat sore pasti nanti kemalaman dijalan, pikirnya. Tepat pukul empat sore, Nana sampai dirumahnya. Dia melihat persiapan buat besok sudah hampur seratus persen, dan rias penganten besok pun sudah disiapkan. Hanya akan ada acara sederhana besok, cuma mengundang kerabat, ya karena itu tadi, sudah hamil duluan. Ah tidak apa apa, tang penting bayi ini akan punya ayah, pikirnya. Setelah dilihatnya semua oke, maka Nana pun beristirahat karena capek diperjalanan selama empat jam tadi. Besok akad nikah akan dilangsungkan dirumahnya jam sembilan pagi, jadi dia besok harus kelihatan fresh dan cantik, agar Ardi kepincut lagi padanya. ***** ***** Esoknya, jam setengah sembilan semua sudah siap seratus persen, Nana pun sudah cantik dengan riasan untuk ijab qobul, mengenakan kebaya putih, membuatnya terlihat sangat anggun. Tepat jam sembilan rombongan pria datang, dan seaaat kemudian pak penghulu pun datang. Acara ijab dan resepsi pun berjalan dengan lancar, tapi tak ada seulas senyum pun di tunjukkan Ardi, beda dengan Nana senyumnya sangat merekah.  Setelah resepsi selesai, rombongan pun pulang meninggalkan rumah Nana. Acara pun masih berlanjut, kerabat dan tetangga Nana banyak yang berdatangan. Dulu ketika nikah yang pertama, tak ada acara resepsi, hanya mengundang tetangga untuk ijab qobul nikah sirinya. Setelah keluarganya pulang, Ardi pun langsung masuk kamar pengantin, dia tak peduli lagi dengan tamu tamu keluarga Nana yang berdatangan, dia lebih memilih tidur. Nana pun, menghampiri Ardi ke kamar, tamu tamu banyak yang menanyakan dimana suaminya. "Yank, hayuk temuin tamu tamu dulu, mereka semua nanyain kamu loh," kata Nana dengan lembut pada suaminya. "Temui sana sendiri, yang penting kita sudah ijab qobul tadi, cukup, nggak usah berharap lebih kamu. Ingat malu aku nikahin kamu itu!!" Kata Ardi kasar. Dan Nana pun mengalah dan langsung keluar, dia tak mau terjadi pertengkaran hari ini. Saat tamu tamu menanyakan Ardi, Nana menjawab bahwa suaminya itu kecapekan dan baru saja istirahat. Sampai pukul sembilan malam, Nana pun masuk kamar, capek seharian menemui para tamu. Dia berharap malam ini akan menjadi malam pengantin yang indah, dan bisa membuat Ardi kembali kepincut padanya. Nana berdandan dan siap untuk melayani suami sahnya. Dia pun naik keatas ranjang dan memeluk suaminya dari belakang. Tapi tangannya di tepis oleh Ardi. Nana berusaha melakukannya lagi tapi terus ditepis dan ditolak Ardi. Sampai akhirnya Ardi berkata dengan emosi padanya, "Tidurlah sendiri dengan nyenyak, tak usah berpikiran malam ini akn terjadi hal menyenangkan, aku ini jijik melihatmu. Kalau kamu masih nekat macem macem malam ini juga akan ku talak kamu dan langsung pergi dari sini!!" . Melihat Ardi sangat emosi, Nana pjn tak bisa berbuat apa apa, dia pun akhirnya berusaha memejamkan mata, sementara Ardi tidur di sofa yang ada di dalam kamar itu. Tak ada tangis di mata Nana, dia sudah tau konsekuensi pernikahan ini, dan dia sudah siap yang penting Ardi sudah mau menikahinya, sudah cukup. Akhirnya malam pertama pun dilewati dengan sunyi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN