Setelah kepergian Ardi, Ibu masuk ke kamarku. "Kamu ini gimana sih Na, kok teledor banget, sekarang kamu sudah ditalak Ardi, dia kayaknya sudah tidak mungkin balik lagi, kasihan Kasih tak ada Bapaknya, mana akte nya belum di buat juga kan," kata Ibu yang terlihat sebal tapi tak marah. "Sudahlah bu, nanti ku carikan yang lebih kaya. Laki laki seperti Ardi banyak dijalan Bu, nggak usah khawatir, nanti aktenya tanpa ayah saja, dan ikut kartu keluarga Ibu," kataku enteng. "Ya sudah kalau gitu, cepet cari biar uang bulanan ngalir terus. Ibu ngantuk nih, mau tidur lagi, dasar Ardi stress malam malam teriak teriak bangunin orang lagi enak enak tidur," kata Ibu lagi, yang hanya ku jawab dengan senyuman. Ibu pun meninggalkanku yang belum bisa tidur, memikirkan mangsa, laki laki yang akan ku jer

