Sudah satu bulan, kujalani hidup tanpa Koko, hanya doa yang setiap saat selalu kutujukan padanya, agar keluarga Om Justin, selalu menyayanginya disana. Sementara uang pemberian dari mereka yang berjumlah lima puluh juta rupiah itu, kini hanya bersisa dua puluh juta rupiah saja. Karena kubelikan motor baru, agar tak bingung lagi ketika aku mau keluar atau belanja ke pasar, eh ternyata motornya dipakai Bapak. Dan juga kubelikan perhiasan untuk Kasih dan juga untuk Ibu. Tokoku pun isinya mulai menipis, karena modalnya pun digunakam untuk makan dan kebutuhan kami sehari hari, karena Bapak pun tak kerja lagi. Pagi itu, Bapak pamit berangkat memancing, yah itulah rutinitas sehari hari yang dia lakukan, selain main sabung ayam. Sementara kudengar dari dalam kios, Ibu masih terus mengomel, meng

