“Apa kau terpesona padaku, sampai wajahmu bagai udang rebus?” tanya tuan muda Gavin dengan senyum mengejek, membuat Ghea merutuki kebodohannya karena sudah mengagumi pria yang sangat ia benci. “Cih! Percaya diri sekali anda tuan, aku belum cukup gila untuk suka padamu, kau harus ingat, pernikahan ini hanya permainan yang anda ciptakan, jadi jangan pernah menyesal di kemudian hari,” ucap Ghea tegas, ia tidak mau seperti tokoh novel yang ia baca, di mana tokoh utama wanita selalu di tindas, dan yang lebih parahnya lagi, tidak bisa melawan dan hanya menangis, sungguh Ghea tidak ingin menjadi korban novel online yang sering ia baca. “Percaya diri sekali kau, aku bersumpah tidak akan pernah menelan ludah sendiri, karena setelah batas waktu yang telah di tentukan, aku akan tetap menceraikan di

