“Cih! Tahu apa kau, kau tidak perlu khawatir, kevin sudah menyiapkan segalanya dengan sangat baik,” ucap Tuan Leo dengan santai dan membuat tuan muda Gavin menghela napas panjang, bagaimana mungkin sang ayah sangat cerdik, ia sampai tak habis pikir dengan asisten sang ayah yang patuh bagai robot itu. “Terserah ayah saja,” ucap Gavin malas. “Cepat habiskan sarapan mu!” yang di jawab dengan sebuah anggukan oleh tuan muda Gavin. Setelah sarapan selesai, kedua asisten yang menjemput masing-masing tuannya kini sudah ada di rumah utama, tentu saja mereka akan ikut bagaikan perangko yang menempel pada surat. Tak butuh waktu lama kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit di mana tempat sang calon mertua berada, tuan muda Gavin yang ikut dengan mobil sang ayah dan di sopiri oleh asi

