“Hhaah, jika Tuan memang tidak bisa menerima keinginan Ayah Tuan, lebih baik tidak usah di teruskan, maaf jika saya sudah membuang waktu anda yang sangat berharga, kalau begitu saya permisi,” ucap Ghea bangkit berdiri dari duduknya. “Siapa yang mengizinkan mu untuk pergi?” mendengar ucapan Gavin, Ghea menghentikan langkahnya. “Apa maksud Tuan berkata seperti itu, sekarang saya sudah tidak ada urusan lagi dengan anda,” ucap Ghea dengan berani, yang membuat Gavin mengepalkan tangannya tanda ia tidak suka jika ada yang berani membantah dirinya. “Aku ingin membuat perjanjian denganmu!” Ghea hanya mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapannya. “Maksud Tuan?” kembali duduk di hadapan pria arrogant itu. “Kita tetap akan menikah, tapi h

