'Kematian itu sudah garis takdir yang Allah tentukan di Lauhul Mahfuzh-Nya, manusia hanya bisa berdoa untuk kebaikannya agar berada disisi-Nya.' * * * Hati Aira begitu sakit melihat keadaan sang Ayah yang terbaring lemas di brankar rumah sakit, hatinya bertambah sesak dengan kesedihan yang mendalam ketika layar monitor detak jantung sang Ayah berhenti menyisakan satu garis. Ayahnya telah tiada, Ayahnya telah meninggalkannya untuk selama-lamanya sama seperti Ibunya. Kini ia tidak memiliki orangtua lagi baik Ayah maupun Ibu, tangisnya histeris kala dua orang suster mencabut selang yang menempel ditubuh Ayahnya dan menutup tubuh Ayahnya dengan kain putih. "AYAAAHHH!!!" Teriak Aira histeris. "Jangan tutup tubuh Ayah!! Ayah masih hidup!!" Aira berlari untuk memeluk tubuh tak bernyawa Ayah,

