Ekstra Part (3)

2140 Kata

Fahri dan Aira kini tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk memeriksakan dirinya ke dokter kandungan, diantar oleh Pak Pardi mereka duduk dibangku penumpang belakang dengan Fahri yang memangku Faisya. Suaminya itu tidak mengizinkan Aira memangku Faisya karena khawatir dengan keadaan Aira yang tengah berbadan dua, apalagi kondisi Aira yang tidak bisa dikatakan sehat. Mual, muntah, lemas itulah yang sering Aira rasakan. Seingatnya dulu waktu ia tengah mengandung Faisya, rasa-rasanya ia tidak terlalu parah dalam mengalami gejala kehamilannya. "Faisya rewel itu Mas, biar Aira yang memangku Faisya." Ucap Aira ketika melihat Faisya yang terlihat rewel dalam pangkuan Fahri, tangan Faisya menggapai-gapai kearahnya seakan meminta digendong oleh sang Bunda. "Tidak perlu, biar saya saja."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN