Malam telah berganti pagi, inilah saatnya Aira dan Faisya harus bersiap-siap pergi kerumah sakit. Dia sudah berjanji pada Akbar dan berarti mereka harus menepati janji itu, lagipula Aira juga merasa sangat senang dengan Akbar karena anak itu terlihat sangat lucu sekali. Dia masih teringat dengan ucapannya sendiri yang mengatakan kalau akan menjodohkan Akbar dan Faisya, senyum geli tersunggih dibibirnya. Ada-ada saja pemikirannya ini, padahal Faisya masih sangat kecil namun dia sudah sibuk dengan calon jodoh putrinya. Habisnya bagaimana? Dia sudah terlanjur menyukai Akbar dan menginginkannya berada dalam keluarganya, mungkin nanti jika Faisya sudah besar dia akan memikirkannya lagi. Faisya juga terlihat sangat dekat dan ceria dengan Akbar, biasanya putrinya ini akan merasa takut jika berd

