BAB 59 – Tangisan Yumna

1532 Kata

Rania kembali terduduk setelah menghubungi guru Yumna. Ia bingung, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, kini ditambah lagi Rania harus memikirkan fasilitas untuk belajar Yumna selama di rumah. Belum lagi, Rania harus menghadapi sikap keras kepala Yumna setiap harinya. Yumna sudah terbiasa dimanjakan, kini Rania kesulitan untuk menghadapi setiap keinginan putrinya. Lelah berpikir sendiri, akhirnya Rania pun mencoba menghubungi Adam. Tuut ... Tuut ... Dua kali sudah Rania mencoba menghubungi Adam, namun hanya deringan tak terjawab yang terdengar olehnya. Kemana bang Adam ini? Batin Rania. Rania tidak putus asa, ia terus mencoba. Pada panggilan ke empat, akhirnya Adam mengangkatnya. “Halo, Ra. Ada apa?” “Abang di mana?” “Abang sedang di pasar, mana tahu ada yang butuh jasa angku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN