Park Hae berada di dalam kamar yang dulu pernah jadi kamar pengantin sederhana dirinya dan Marina, ia melihat foto-foto manis bersama yang terpajang di dinding. Marina sangat cantik dengan senyuman yang lembut tidak seperti Anna yang melihat Park dengan tatapan penuh kebencian. “Dimana kamu Anna?” tanya Park Hae pada dirinya sendiri. “Aku tidak bisa menunggu lagi, sepertinya beberapa hari ini Mewa berusaha menahan diriku bertemu dengan Marina.” Park Hae meletakkan foto pernikahan yang ia pegang, ia mengambil kunci mobil dan segera keluar dari rumah mengendarai mobil menuju kedai Nenek San. Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yan semakin tenang. Park Hae menghentikan mobil tepat di depan pintu pagar Kedai Nenek San, ia melihat seorang wanita cantik yang sedang

