Waktu terus berlalu, Anna dengan setia menemani Lee hingga pria itu bisa pulang dan dirawat di rumah. Mereka keluar dari rumah sakit pada malam hari dan menggunakan mobil ambulans agar tidak diketahui public dan para wartawan. Kembali ke rumah utama keluarga Lee. Mobil berhenti tepat di depan pintu utama. Lee duduk dikursi roda dan didorong Anna menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah sehingga mereka tidak perlu naik turun tangga. “Aku akan membawa Lee ke kamar.” Anna membungkuk memberi hormat pada mertua. “Sayang, tolong jaga anak nakal ini.” Mama Lee mengusap kepala Anna dan tersenyum. “Ya, Ma.” Anna tersenyum. “Silakan Nona, kamar telah disiapkan.” Seorang pelayan menujukkan jalan. “Sayang, kita pilih kamar paling ujung.” Lee tersenyum. “Kenapa tidak kamar

