"Ohhh ... Aku mencintaimu, Gwen ...." Erangan panjang lolos dengan merdu dari mulut Nich seiring cairan hangat yang baru saja dia tumpahkan ke dalam rahim Gwen. Sesaat Nich mendongak sambil memejamkan mata, menikmati pijatan yang berasal dari milik Gwen yang juga baru saja mencapai klimaks. Lantas setelah cukup puas, tubuh menjulang dan berpeluh itu bergeser ke sisi sang istri yang sama-sama tengah menikmati sisa-sisa pelepasannya. Lengannya merengkuh pinggang Gwen agar merapat ke tubuh polosnya. Nich tersenyum sambil menatap lekat wajah berpeluh Gwen, keduanya saling berpandangan dengan deru napas berkejaran. Jari-jarinya begitu terampil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu. "Thanks, Honey ...." ucap Nich, suaranya terdengar parau. Lalu, dengan mesra dikecupnya

