43 | Pelukan

1776 Kata

Untuk apa aku terus bertahan? *** Hujan turun mengguyur Kota Surabaya saat itu seakan ikut berduka dengan kembalinya Alden, Lauren, dan Fred ke rumah Tuhan. Cia memeluk batu nisan milik Alden sembari memejamkan matanya erat. "Kenapa kalian pergi ninggalin aku secepat ini?" lirih Cia membuat Glenn—ayah David—menatapnya iba.  Vero merengkuh Cia ke dalam pelukannya sembari berucap, "Udah ya, Sayang. Lo jangan nangis lagi. Mereka udah tenang di sana." Cia menggelengkan kepalanya.  Cia memeluk Aldri yang juga sedang menangis. Lerdo yang melihat itu 'tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak menyangka hari yang seharusnya menjadi hari yang bahagia untuk keluarganya, malah menjadi hari yang terburuk.  "Kenapa mereka ninggalin kita secepat ini, Kak?" lirih Cia tidak berhenti nangis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN