Albert dengan langkah percaya diri berjalan melalui koridor dan memasuki kelasnya penuh energi. "Cieeee," ledekan beberapa orang disekitarnya membuat langkahnya terhenti. "Apaan?" tanyanya dengan wajah bingung. "Akhirnya, es di hati ku mencair juga," ujar salah satu teman sekelasnya. Al semakin bingung, dia melirik sekitarnya yang ternyata sedang menatapnya. "Kalian kok pada aneh gini sih?" tanyanya sambil mengerutkan kening. "Gimana ngga aneh, ini kan hari patah hati gadis satu sekolah," jawab yang lain. Seisi kelas tertawa lepas mendengarnya. "Selamat ya," ucap salah satu diantaranya membuat yang lain ikut mengucapkan selamat. "Selamat apaan? kalian semua kesambet atau kenapa sih?" gumam Al yang semakin bingung. "Cieeee," Reno datang dari pintu dengan nada yang sama. Al spontan m

