"Baiklah. Aku akan menunggu" Ucap Dimas karna Dewi tak mengatakan apapun. Dimas kembali memasang sabuk pengaman pada Dewi dan dirinya sendiri. Mobil yang mereka tumpangi kini melaju seakan Dewi tak ingin tau kemana tujuannya. Mulutnya masih terkunci rapat karna belum bisa mempercayai apa yang dia lihat yang dia dengar. "Kalau Sesel tau aku pergi dengan kak Dimas tamat lah riwayatku" Batinnya. Di ingatannya kembali terlintas bagaimana Sesel menunjukkan video mamanya yang sedang di ikuti oleh seseorang. "Bagaimana kalau kita makan siang dulu?" Tanya Dimas. Dewi yang asik dengan pemikirannya tak bisa menggunakan Indra pendengarannya saat ini. "Wi?" Panggil Dimas dan dia belum menjawab. Dimas melirik dan mulai berpikir. "Ya Tuhan, apa yang tadi belum selesai?" Batinnya. Dewi bahkan tidak s

