Dewi mengangguk dan berusaha tersenyum. Dimas mengalihkan pandangannya pada Bella yang sedang memperhatikan mereka. Bella tidak mengatakan apapun. "Kakak ngapain kesini?" Tanya Dewi pada Dimas. "Aku. Anu, aku apa namanya, aku kebetulan itu. Kebetulan lewat." Jawab Dimas gugup. "Lewat kemana? ini kan kelas paling ujung?" Sahut Sesel. "Ya lewat ke hati Dewi lah." Sahut salah satu siswa dikelas itu. Dimas sedikit malu mendengarnya, sedangkan Dewi. pipinya langsung merona, membuat hati Sesel gerah. Tanpa sadar dia mengepalkan tinjunya dan melirik siswa itu. Siswa itu terdiam dan langsung menutup mulut. Dia seakan tiba-tiba menyadari kalau dia akan mendapat masalah. Bel tiba-tiba berbunyi memenuhi seluruh penjuru sekolah. "Aku ke kelas dulu ya." Ucap Dimas. Dewi mengangguk. "Gue juga

