Jam istirahat pertama telah dimulai dengan ditandai bunyi bel yang terdengar di seluruh penjuru sekolah. Dewi terlihat murung dengan tatapan kosong hingga tak menyadari kalau guru sudah meninggalkan kelas mereka. "Wi, lu baik-baik aja kan?" Bella menyenggol lengannya. Dewi terenyuh dan menoleh sekilas. "Gue perhatiin dari pagi lu murung aja, kenapa?" tanya Bella. "Gue sakit hati, Bel," jawabnya dengan nada lemas. "Ya ampun, Wi. Gue ngerti keadaan lu, tapi lu ngga boleh donk terbawa perasaan sampai ngga mood belajar gini," tatapan Bella menunjukkan sedikit kekecewaan. "Gue udah nyoba, Bel, tapi bayangan b*jingan itu selalu muncul." Pungkas Dewi. "Hus, ngomong apaan sih, emang lu bisa buktiin apa dengan foto itu?" ucap Bella yang jelas lebih mempercayai Dimas dan segala penjelasannya.

