Jam sudah menunjukkan angka dua subuh, Al belum juga bisa tidur dan bahkan belum merasa ngantuk sedikitpun. Dia hanya terbaring lesu diatas tempat tidurnya dengan wajah tak bersemangat. Dia memandangi langit-langit kamarnya seakan sedang berbicara dengan itu. "Apa gue jujur aja kali ke papa ya?" batinnya. "Tapi kalau papa tau kelakuan Sesel, papa bisa marah besar. Bagaimana nasib Sesel nantinya. Dan kalau Sesel sampai bongkar semua tentang mba Sara, pasti gue dilarang deketin Bella," batinnya. Wajahnya mendadak sangat kacau. Pikirannya berkecamuk dan sangat tak bisa berpikir tenang. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan menengguk segelas air yang tersedia di kamarnya. "Sekarang atau nanti apa bedanya? mereka pasti akan tau juga. Kalau mereka tau lebih lama, amarah papa bisa makin meleda

